Jemaja Timur, Matanuansa.com – Memasuki musim panen, buah kepayang atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kembang Semangkok mulai berbuah di kawasan hutan tropis Pulau Jemaja, khususnya di Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tanaman kepayang merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Pohon ini membutuhkan waktu sekitar lima tahun hingga mampu menghasilkan buah, sehingga keberadaannya menjadi aset alam yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Musim berbuah selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Dalam beberapa pekan ke depan, warga diperkirakan akan berbondong-bondong memasuki kawasan hutan untuk memanen buah kepayang. Tingginya harga jual membuat buah ini menjadi salah satu komoditas yang mampu menambah penghasilan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Di balik nilai ekonominya, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga kelestarian pohon kepayang dengan tidak menebang atau merusak tanaman yang masih produktif. Upaya pelestarian dinilai penting agar tanaman ini terus tumbuh dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Keberadaan pohon kepayang tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian musiman, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan hayati Pulau Jemaja yang harus dijaga bersama. Dengan pengelolaan yang bijaksana, tanaman khas hutan tropis ini diharapkan tetap lestari dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Jemaja Timur di masa yang akan datang.








