Menu

Mode Gelap
Kecamatan Jemaja Timur Gelar Rapat Koordinasi Penertiban Pohon Kepayang (Kembang Semangkok) Buah Puak, Warisan Leluhur Khas Pulau Jemaja yang Perlu Dilestarikan Musim Buah Kepayang Tiba, Warga Jemaja Timur Siap Sambut Panen Penyerapan Aspirasi Masyarakat dalam Reses DPD RI Masa Sidang V Tahun 2026 Digelar di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur Jumat Bersih Gerakan Indonesia ASRI, Kecamatan Jemaja Timur Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan Tim Damkar Amankan Sarang Tawon di Area Kantor Camat Jemaja Timur

Beranda

Buah Puak, Warisan Leluhur Khas Pulau Jemaja yang Perlu Dilestarikan

badge-check

Buah Puak, Warisan Leluhur Khas Pulau Jemaja yang Perlu Dilestarikan Perbesar

Buah Puak, Warisan Leluhur Khas Pulau Jemaja yang Perlu Dilestarikan

 

Jemaja Timur, Matanuansa.com – Buah Puak (Baccaurea macrocarpa) merupakan salah satu kekayaan hayati khas Pulau Jemaja yang telah dikenal dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tanaman ini menjadi warisan leluhur yang hingga kini masih dapat ditemukan, meskipun populasinya semakin langka.

 

Buah Puak memiliki cita rasa yang khas, yakni perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang menyegarkan. Daging buahnya sekilas menyerupai manggis, namun memiliki tekstur dan cita rasa yang berbeda sehingga menjadi buah endemik yang memiliki nilai keunikan tersendiri.

 

Masyarakat Pulau Jemaja meyakini bahwa pohon Buah Puak merupakan peninggalan datuk dan nenek moyang yang telah tumbuh sejak lama di kawasan hutan maupun kebun masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pohon Buah Puak terus mengalami penurunan akibat minimnya upaya pembudidayaan dan regenerasi tanaman.

 

Salah seorang tokoh masyarakat Jemaja mengatakan bahwa Buah Puak bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

 

“Buah Puak merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Jika tidak mulai dibudidayakan dari sekarang, dikhawatirkan tanaman ini akan semakin sulit ditemukan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

 

Selain sebagai buah konsumsi, Buah Puak dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. Budidaya tanaman ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati lokal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap upaya konservasi serta pengembangan Buah Puak melalui penelitian, pembibitan, dan program budidaya yang berkelanjutan.

 

Dengan menjaga kelestarian Buah Puak, masyarakat tidak hanya mempertahankan warisan alam dan budaya Pulau Jemaja, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk lokal yang dapat mendukung sektor pertanian, pariwisata, dan perekonomian daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Buah Puak sebagai salah satu ikon hayati khas Pulau Jemaja yang tetap lestari dan dikenal secara luas oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Buah Puak, Warisan Leluhur Khas Pulau Jemaja yang Perlu Dilestarikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kecamatan Jemaja Timur Gelar Rapat Koordinasi Penertiban Pohon Kepayang (Kembang Semangkok)

27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Musim Buah Kepayang Tiba, Warga Jemaja Timur Siap Sambut Panen

26 Juli 2026 - 13:14 WIB

Penyerapan Aspirasi Masyarakat dalam Reses DPD RI Masa Sidang V Tahun 2026 Digelar di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur

25 Juli 2026 - 18:48 WIB

Jumat Bersih Gerakan Indonesia ASRI, Kecamatan Jemaja Timur Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

24 Juli 2026 - 22:36 WIB

Tim Damkar Amankan Sarang Tawon di Area Kantor Camat Jemaja Timur

22 Juli 2026 - 17:33 WIB

Trending di Beranda
error: Content is protected !!